Pokja Baru, Supaya Pertahankan Akreditasi Paripurna
Monday, 07 January 2019 9 Deswira Umar

Pada tahun 2019, sistem penilaian akreditasi rumah sakit menggunakan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS). Sebelumnya, penilaian rumah sakit menggunakan sistem yang dikembangkan oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS), yakni Standar Akreditasi Versi 2012.

“Menghadapi akreditasi dengan sistem SNARS, maka sejak awal kita harus mempersiapkan diri, supaya akreditasi rumah sakit ini tetap di level tertinggi, paripurna,” tutur Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mohammad Natsir, drg Ernoviana, M.Kes, di hadapan para karyawan rumah sakit itu, saat acara pencangan komitmen bersama pelaksanaan SNARS di rumah sakit milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat ini, Senin (7/1),

Ernoviana meminta komitmen semua karyawan untuk melaksanakan tugas masing-masing, sehingga akreditasi paripurna kembali diperoleh. “Meskipun  saat ini menggunakan sistem SNARS, bila kita masing-masing melaksanakan tugas sesuai prosedur, maka saya yakin akreditasi paripurna dapat kita pertahankan,” ujarnya.

Meskipun demikian, dalam upaya mengendalikan dan mengkoordinasikan tugas-tugas di lingkup RSUD Mohammad Natsir, juga sesuai dengan introdusir SNARS itu sendiri, dibentuk sebanyak enam belas Kelompok Kerja (Pokja).

Bersamaan dengan acara pencanangan itu, juga diumumkan Surat Keputusan Direktur RSUD Mohammad Natsir, Nomor 189/01/RSMN/2019, Tentang Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit (SNARS) RSUD Mohammad Natsir. Tim diketuai oleh dr Elfahmi, Sp.THT, dan dr Soufni Morawati, Sp.PK sebagai wakil ketua serta Ns Elvi Rosanti, S.Kep, M. Kes selaku sekretaris. Tim ini dilengkapi dengan 16 Pokja. (te)