Apakah Anda Sudah Menggunakan Obat dengan Benar? Baca Informasi Ini
Wednesday, 11 December 2019 257 Deswira Umar

Obat memang menyembuhkan, tapi juga punya efek samping (side effect). Karena itu harus cerdas mengosumsi obat.

Ahli farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Mohammad Natsir (RSMN), Robby Kurniawan, S.Farm, Apt mengatakan agar obat memberikan manfaat, ingat Dagusibu.

"Salah satu cara  pengelolaan obat yang baik dan benar adalah Dagusibu," ujarnya.

Cara ini menjelaskan tata cara  pengelolaan obat dari awal mereka dapatkan hingga saat obat sudah tidak dikonsumsi lagi dan akhirnya dibuang.

"Dengan berbagai pertimbangan di atas maka masyarakat perlu tahu akan  pentingnya pengelolaan obat mulai dari mereka mendapatkan resep, sampai membuangnya  jika tidak diperlukan. Sehingga, dampak dari kesalahan penyalahgunaan masyarakat bisa dicegah," ujar Robby Kurniawan saat memberikan penyuluhan kepada pasien dan pengunjung RSMN di ruang tunggu Poliklinik Geriatri rumah sakit itu, Senin (9/12).

Dagusibu itu merupakan himbauan dari Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang gencar mencanangkan program Gerakan Keluarga Sadar Obat (GKSO). Gerakan ini adalah bentuk pengabdian masyarakat dari IAI dengan memberikan edukasi tentang obat.

Dagusibu adalah singkatan dari Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang.

Latar belakang perlunya Dagusibu ini adalah bahwa faktanya masih banyak orang yang belum memahami betul tentang cara mendapatkan, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan baik dan benar.

Perlakuan yang salah terhadap obat dapat menyebabkan obat tersebut tidak bisa dipakai hingga berpotensi merugikan orang lain dan lingkungan.

Penyuluhan itu merupakan kegiatan rutin unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dalam rangka melaksanakan peran preventif dan promotif rumah sakit.

"Hampir setiap minggu kita mengadakan penyuluhan dalam rangka promotif dan preventif," ujar staf PKRS RSMN Indra Asmar.