Hadapi Virus Corona, RSMN Edukasi Para Lansia
Wednesday, 04 March 2020 19 Deswira Umar

Coronavirus (CoV) adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit mulai dari gejala ringan sampai berat. Ada setidaknya dua jenis coronavirus yang diketahui menyebabkan penyakit yang dapat menimbulkan gejala berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Coronavirus Disease (COVID-19) adalah virus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Demikian dikatakan Ahli Geriatri Rumah Sakit Umum Daerah Mohammad Natsir (RSMN)  dr. Ali Mudiarnis, Sp. PD – K. Ger ketika memberi edukasi kepada pasien dan keluarga serta pengunjung di Poliklinik Geriatri Terpadu RSMN, pekan lalu.

Dijelaskan, Coronavirus Disease (COVID-19) yang lebih dikenal dengan nama virus Corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara. Berikut perkembangan kasus COVID-19, menggunakan sumber data WHO tanggal 27 Februari 2020.

Total kasus konfirmasi COVID-19 global per tanggal 26 Februari 2020 adalah 81.109 kasus, 78.191 kasus diantaranya dilaporkan dari Cina (tersebar di 34 wilayah termasuk Hong Kong SAR, Macau SAR, dan Taipei), dengan 83% kasus konfirmasi dari Cina berasal dari Provinsi Hubei.

Sedangkan Total kematian 2.761 kasus (CFR 3,4%), 2.718 diantaranya dilaporkan dari Cina. Kasus konfirmasi yang dilaporkan di 37 negara di luar negara Cina, sebanyak 2.918 kasus dengan 44 kematian di 6 negara (Filipina, Jepang, Republik Korea, Perancis, Iran, dan Italia).

Dari 2.918 kasus yang dilaporkan di 37 negara di luar negara Cina, 86 kasus terdeteksi tanpa gejala, dan 988 kasus di 16 negara tidak memiliki riwayat perjalanan ke Cina dan kemungkinan terpapar di negaranya.

"Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan infeksi virus Corona. Oleh sebab itu, WHO mengimbau agar masyarakat tidak memandang sepele penyakit ini dan senantiasa melakukan tindakan pencegahan," ujar Ali Mudiarnis.

Virus corona adalah zoonosis (ditularkan antara hewan dan manusia). Namun, kemudian diketahui bahwa coronavirus juga menular dari manusia ke manusia. Seseorang dapat terinfeksi coronavirus melalui berbagai cara, yaitu: 1) Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita virus Corona, 2) Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu, setelah menyentuh benda yang terkena air liur penderita, dan 3) Kontak jarak dekat dengan penderita, seperti bersentuhan atau berjabat tangan.

Manifestasi klinis biasanya muncul dalam 2 hari hingga 14 hari setelah paparan. Tanda dan gejala umum infeksi coronavirus antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Pada kasus yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi lebih berisiko menyerang lansia, serta orang yang sedang sakit atau memiliki kekebalan tubuh lemah.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus Corona adalah:

1.            Mencuci tangan dengan benar

               a.  Melakukan kebersihan tangan rutin, terutama sebelum memegang mulut, hidung dan mata;

                    serta setelah memegang instalasi publik.

               b.  Mencuci tangan dengan air dan sabun cair serta bilas setidaknya 20 detik. Cuci dengan

                   air  dan keringkan dengan handuk atau kertas sekali pakai. Jika tidak ada fasilitas cuci

                   tangan, dapat menggunakan alkohol 70-80% handrub.

               c. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan,

                   pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku.

               d.  Menutup mulut dan hidung ketika bersin atau batuk menggunakan tisu, atau sisi dalam

                    lengan atas. Tisu yang digunakan dibuang ke tempat sampah dan cuci tangan setelahnya.

 

2.            Menggunakan masker terutama saat dalam kondisi sakit

Masker bedah (surgical mask) merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.

Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih terbuat dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman dari udara.

Ketika melepaskan masker dari wajah, hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cuci tangan dengan sabun/handrub, agar tangan bersih dari kuman yang menempel.

3.            Menjaga daya tahan tubuh

Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak.

Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.