Menjelang Dua Tahun Lab PA RSMN; Pemeriksaan Cepat, Hasil Akurat
Thursday, 05 March 2020 16 Deswira Umar

Sejak beroperasinya Laboratorium Patologi Anatomik (Lab PA) Rumah Sakit Umum Daerah Mohammad Natsir (RSMN), mulai Agustus 2018, penanganan diagnosa pasien yang membutuhkan pemeriksaan jaringan (histologi) dan cairan (sitologi) menjadi lebih cepat, dan akurasinya dapat diandalkan.

Demikian dikatakan Direktur RSMN drg Basyir Busnia, Selasa (3/3), terkait eksistensi Lab PA yang sudah hampir dua tahun beroperasi. "Sebelumnya, untuk keperluan analisa jaringan dan cairan, kita terpaksa mengirim sampel untuk diperiksa di Lab PA rumah sakit lain, di Padang. Sekarang kita bisa tangani di sini, sehingga mempercepat proses diagnosa pasien," ujar Basyir Busnia, sambil menyebut bahwa keberadaan Lab PA RSMN bahkan juga membantu rumah sakit sekitar yang membutuhkan pemeriksaan histologi dan sitologi.

Sementara itu, Kepala Instalasi Lab PA RSMN dr Santy Saberko, M.Biomed, Sp.PA menyebutkan, labor yang dipimpinnya dalam sebulan menangani pasien mencapai 60 orang. "Sejak berdiri sudah lebih 900 kasus yang kita tangani," ujar Santy Saberko, didampingi Kepala Ruangan Nil Kemala Sari.

Dikatakan, sejak beroperasi, Lab PA RSMN sudah menangani 684 pemeriksaan histologi, 217 sitologi dan 26 pemeriksaan papsmear (Pemeriksaan sampel sel dari leher rahim, deteksi dini untuk melihat ada tidaknya kelainan yang dapat mengarah kepada kanker serviks).

Dengan jumlah petugas pranata labor sebanyak lima orang, dan trend jumlah pasien yang ditangani, pemeriksaan bisa lebih cepat dilaksanakan, dengan akurasi hasil yang bisa diandalkan.

Adapun lima kasus terbanyak yang ditangani, berturut-turut adalah mamae (kanker payudara), tumor leher, tyroid dan kista ovarium, limfadenitis (leher), dan appendik (usus buntu).

"Kasus kanker atau tumor ganas, yang paling banyak kita temui adalah kanker payudara ," ujar Santy Saberko.