Waspadai Comorbid Covid-19
Wednesday, 20 May 2020 48 Deswira Umar

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Daeng M Faqih, seperti diberitakan Relublika.co Februari lalu, mengatakan, pasien yang meninggal karena Covid-19 kebanyakan bukan karena virus. Tapi, karena comorbid atau penyakit penyerta.

"Kasus meninggal mayoritas bukan murni karena virusnya tapi karena kondisi komorbid yaitu penyakit pendamping. Dia sudah punya sakit kemudian terinfeksi virus karena punya sakit, daya tahan tubuh rendah, masuk, sakit jadi tambah parah," kata Daeng dalam diskusi tentang corona yang diadakan di Jakarta.

Hal yang sama juga terpantau di RSMN. "Ada empat orang PDP yang meninggal dengan comorbid," ujar Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSMN dr Elvi Fitraneti, Sp PD.

Dikatakan, saat ini, Selasa (19/5), ada dua pasien dengan status Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang dirawat di ruang isolasi khusus Rumah Sakit Umum Mohammad Natsir (RSMN).

Sebagai salah satu Rumah Sakit (RS) yang menangani covid-19, khusus untuk kasus ringan hingga sedang, RSMN telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Semua pengunjung harus melalui tahap skrining untuk diukur suhu dan diajarkan cara cuci tangan.

"Dan semua pegawai dan pengunjung wajib memakai masker, serta menerapkan physical distancing," ujar Kasubag Umum, Humas dan Promkes RSMN, Dewi Novia Santi.