Setelah Dua Tahun Pengurusan, Akhirnya RSUD Solok Berganti Nama Menjadi RSUD Mohammad Natsir
Wednesday, 02 January 2019 169 Deswira Umar

Rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Solok, berubah nama menjadi RSUD Mohammad Natsir. Perubahan itu ditetapkan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Sumatera Barat (Sumbar) Nomor 63 Tahun 2018 tentang Perubahan Nama RSUD Solok menjadi RSUD Mohammad Natsir, yang ditandatangani Gubernur Sumbar pada 20 Desember 2018. Adapaun pemberlakukan perubahan nama tersebut, terhitung sejak tanggal  Pergub itu diundangkan.

Direktur RSUD Mohammad Natsir, drg Ernoviana, M.Kes mengatakan, pihaknya sudah mulai memberlakukan nama baru itu. Namun untuk administrasi, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Antara lain perubahan kop surat, nama email, serta pengubahan plank merek.

“Saat ini kita tengah mempersiapkan bahan-bahan cetak, serta pengubahan nama email, serta hal-hal yag terkait dengan website. Mulai 1 Januari 2019, semua administrasi kita, kop surat,  sudah memakai nama baru,” tutur Ernoviana.

Terkait proses pengusulan nama itu, Ernoviana mengatakan bahwa pihaknya sudah mengusulkan sejak tahun 2016 yang lalu. “Jadi sudah dua tahun yang lalu kita usulkan. Kita pun sudah meminta izin keluarga besar almarhum pak M Natsir. Alhamdulillah, semua keluarga besar setuju. Ada bukti pernyataan tertulis persetujuan mereka,” tukuk Ernoviana.

Ernoviana pun secara langsung, bersama sejumlah pihak terkait di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar hadir waktu memohon izin menggunakan nama Mohammad Natsir tersebut untuk diabadikan menjadi nama rumah sakit tipe B milik Pemprov Sumbar itu. “Mereka sangat setuju. Dan bahkan, perwakilan keluarga direncanakan akan hadir dalam peresmian nama baru ini nanti,” ujarnya.

Tidak hanya menemui keluarga besar Mohammad Natsir di Jakarta, Ernoviana pun menurunkan tim ke Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, untuk menanyai pendapat masyarakat tentang rencana pemakaian nama Mohammad Natsir untuk nama rumah sakit yang beralamat di Simpang Rumbio, Kota Solok itu. “Dan orang-orang yang ditemui, tidak satu pun yang menolak,” katanya.

Berkenaan dengan kebiasaan memberi nama rumah sakit dengan nama pahlawan ataupun tokoh yang berlatar belakang dokter atau petugas kesehatan, Ernoviana menjawab pihaknya lebih melihat kepada aspek pahlawannya. “Mohammad Natsir kan pahlawan nasional, lahir di Alahan Panjang, Kabupaten Solok, jadi sudah tepat untuk kita abadikan pada nama rumah sakit ini,” katanya.

Ia pun  mengakui bahwa nama sebuah rumah sakit menggunakan nama para dokter yang sudah meninggal dunia, dan berjasa besar dalam kiprahnya. Tetapi banyak juga rumah sakit yang memberi nama dengan latar belakang berbeda (bukan dokter atau orang yang bergelut di bidang kesehatan), misalnya Rumah Sakit (RS) Fatmawati, RS Saint Carolus, RS MH Thamrin.

Mengingat nama RSUD Solok sebelumnya sudah dikenal masyarakat, Ernoviana mengakui perlu sosialisasi kepada para pihak terkait pergantian nama itu. “Dalam rangka memberitahu kepada masyarakat luas, serta para pihak lainnya, kita merencanakan mengadakan acara peresmian nama baru ini segera. Kita sedang koordinasi untuk menyesuaikan dengan jadwal  pak gubernur,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha RSUD Mohammad Natsir Herman T, S.H, MM menyebutkan, saat ini sudah dilakukan penyesuaian nama email,”Sedangkan untuk website sedang proses penyesuaian oleh Diskominfo. Kita sudah surati Diskominfo,” tutur Herman T. (te)