Langsung ke konten utama
Bagikan:
Berita Utama

BUKU PEDOMAN PENGGUNAAN QR CODE EDUKASI KRITERIA GAWAT DARURAT

21 Juli 2026Admin RSUDMNATSIR36 kali dibaca2 menit baca

Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Mohammad Natsir Solok menghadapi keresahan yang juga dialami banyak rumah sakit rujukan lain: tingginya kunjungan pasien ke IGD yang sebenarnya tidak tergolong gawat darurat. Data internal RSUD M. Natsir mencatat jumlah kunjungan meningkat dari 23.568 pada 2024 menjadi 29.637 pada 2025, dan sebagian besar kenaikan tersebut diperkirakan berasal dari pasien dengan keluhan ringan yang sebenarnya dapat ditangani di Puskesmas atau klinik terdekat.
Keluarga pasien di IGD juga sering membutuhkan penjelasan berulang mengenai kriteria kegawatdaruratan sambil menunggu proses triase, sehingga membebani waktu petugas dalam memberikan pelayanan. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, RSUD Mohammad Natsir menghadirkan "PEDULI IGD-QR" (PEningkatan peDuLi Masyarakat terhadap Kriteria Gawat Darurat di IGD Berbasis QR Code), sebuah media edukasi digital yang memungkinkan masyarakat memahami kriteria gawat darurat hanya dengan memindai kode QR menggunakan ponsel.
Inovasi ini diprakarsai oleh dr. Adek Adrian selaku dokter IGD dan dikembangkan oleh dr. Sulistiana Dewi, Sp.KJ.
Tujuan
Buku pedoman ini disusun untuk memberikan panduan penggunaan QR Code edukasi kriteria gawat darurat bagi petugas, pasien, dan keluarga; menstandarkan penyampaian informasi kriteria kegawatdaruratan di IGD; menekan angka kunjungan non-emergensi ke IGD; serta mempercepat waktu tunggu pasien gawat darurat yang sesungguhnya.
Cara Kerja
Kode QR ditempelkan di titik-titik strategis seperti pintu masuk IGD, ruang tunggu, meja pendaftaran, hingga pamflet "Kenali Tanda Gawat Darurat" yang sudah lebih dulu terpasang di rumah sakit. Begitu dipindai menggunakan kamera ponsel, layar akan menampilkan informasi mengenai delapan tanda gawat darurat — nyeri dada hebat, sesak napas berat, penurunan kesadaran, tanda stroke, kejang, perdarahan hebat, cedera berat, hingga keracunan atau gigitan berbisa — lengkap dengan penjelasan warna triase (merah, kuning, hijau) dan langkah pertama yang perlu dilakukan saat darurat.
Panduan bagi Petugas
Petugas memastikan QR code terpasang jelas dan tidak rusak di seluruh titik strategis IGD, mengarahkan keluarga pasien untuk memindai QR code sambil menunggu proses triase, serta memperbarui konten edukasi secara berkala di halaman digital sehingga seluruh QR code yang telah terpasang otomatis menampilkan informasi terbaru tanpa perlu pencetakan ulang.
Panduan bagi Pasien dan Keluarga
Pengunjung cukup membuka aplikasi kamera atau aplikasi pemindai QR code pada ponsel, mengarahkan kamera ke QR code yang tersedia hingga muncul tautan, lalu membuka tautan tersebut untuk mempelajari kriteria gawat darurat secara mandiri sambil menunggu di ruang tunggu IGD.
Manfaat
Dibanding media edukasi cetak konvensional, QR Code dinilai lebih hemat biaya karena tidak memerlukan pencetakan ulang setiap kali informasi diperbarui. Keluarga pasien dapat membaca sendiri sambil menunggu tanpa perlu terus-menerus bertanya ke petugas, sehingga membantu petugas menjelaskan proses triase dengan lebih efisien, sekaligus meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit.
Inovasi PEDULI IGD-QR merupakan bagian dari upaya berkelanjutan RSUD Mohammad Natsir Solok dalam mendukung pelayanan kegawatdaruratan yang cepat, tepat, efektif, dan bermutu, sejalan dengan semangat rumah sakit "Santun dalam Melayani, Cepat dan Tepat dalam Bertindak".

BUKU PEDOMAN PENGGUNAAN QR CODE EDUKASI KRITERIA GAWAT DARURAT

Dokumen tersedia untuk diunduh

Unduh

Sumber: Admin RSUDMNATSIR

Bagikan:
Kembali ke Daftar Berita
IGD 24 Jam