Langsung ke konten utama
Bagikan:
Berita Utama

RSUD Mohammad Natsir Hadirkan Inovasi "CTAR Kuat" untuk Tingkatkan Kompetensi Perawat Tangani Pasien Disfagia

22 Juli 2026Admin RSUDMNATSIR14 kali dibaca2 menit baca
RSUD Mohammad Natsir Hadirkan Inovasi "CTAR Kuat" untuk Tingkatkan Kompetensi Perawat Tangani Pasien Disfagia

Solok – RSUD Mohammad Natsir terus berkomitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui inovasi pelayanan publik di bidang keperawatan. Salah satu inovasi terbaru yang dikembangkan adalah CTAR Kuat (Chin Tuck Against Resistance Kemampuan Utama Aksi Telan), sebuah program yang bertujuan meningkatkan kompetensi perawat dalam menangani pasien dengan gangguan menelan (disfagia) secara mandiri, terstruktur, dan berkelanjutan.
Inovasi ini diinisiasi sebagai upaya menjawab tantangan pelayanan keperawatan yang masih belum optimal, khususnya dalam pemberian latihan kemampuan menelan kepada pasien disfagia. Selama ini, intervensi keperawatan lebih banyak berfokus pada pemenuhan nutrisi melalui modifikasi diet atau penggunaan alat bantu, sementara latihan rehabilitatif untuk memulihkan fungsi menelan belum dilaksanakan secara sistematis. Berdasarkan hasil evaluasi internal, tingkat perbaikan kemampuan menelan pasien baru mencapai sekitar 60 persen.
Pengembangan inovasi ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan akan pelayanan keperawatan yang berkualitas, aman, serta berbasis evidence-based practice. Sebagai rumah sakit rujukan regional di wilayah Sumatera Barat, RSUD Mohammad Natsir menerima pasien dengan tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga diperlukan tenaga perawat yang memiliki kompetensi klinis lebih baik dalam memberikan intervensi rehabilitatif secara mandiri.
Pelaksanaan CTAR Kuat dilakukan melalui beberapa tahapan, dimulai dengan pelatihan dan pembekalan materi kepada perawat mengenai teknik latihan kemampuan menelan, dilanjutkan dengan implementasi latihan secara terstruktur kepada pasien berdasarkan hasil pengkajian keperawatan, serta monitoring dan evaluasi berkala terhadap perkembangan pasien dan kepatuhan perawat dalam menerapkan standar operasional prosedur (SOP). Program ini juga melibatkan edukasi kepada keluarga pasien agar latihan dapat terus dilanjutkan selama masa perawatan.
Hasil implementasi menunjukkan dampak yang positif. Kompetensi perawat dalam memberikan intervensi rehabilitatif meningkat, pelaksanaan latihan kemampuan menelan menjadi lebih terstandar dan terdokumentasi, serta tingkat perbaikan kemampuan menelan pasien meningkat menjadi lebih dari 80 persen. Selain itu, risiko komplikasi seperti aspirasi dan gangguan nutrisi dapat ditekan, sehingga keselamatan pasien, kualitas pelayanan, serta kepuasan pasien dan keluarga terhadap layanan keperawatan turut mengalami peningkatan.
Melalui inovasi CTAR Kuat, RSUD Mohammad Natsir berharap dapat mewujudkan pelayanan keperawatan yang lebih komprehensif, profesional, dan berorientasi pada pemulihan fungsi pasien, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap mutu pelayanan rumah sakit.

Sumber: Admin RSUDMNATSIR

Bagikan:
Kembali ke Daftar Berita
IGD 24 Jam