Pasien yang aktif mengikuti pengobatan hemodialisa di Indonesia mencapai 132.142 orang, dengan angka kematian sekitar 850.000 setiap tahun secara global. Salah satu tantangan utama monitoring cairan hemodialisa adalah tingginya ketidakpatuhan pasien dalam membatasi asupan cairan, yang memicu komplikasi overload cairan seperti sesak napas, gagal jantung, hingga kematian.
RSUD Mohammad Natsir sebagai rumah sakit rujukan yang melayani pasien hemodialisa selama ini belum memiliki sarana edukasi tentang cara efektif menghilangkan rasa haus yang dapat membantu pasien mengatur cairan serta mencatat masukan dan haluaran cairannya.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, RSUD Mohammad Natsir menghadirkan inovasi MANTAN RAKUS (Manajemen Keperawatan Kulum Batu Es dan Kunyah Permen Sylitol), sebuah program yang membantu pasien CKD on HD mengatasi rasa haus dalam menjaga dan menentukan asupan/intake cairannya.
Tujuan dan Manfaat
Tujuan utama inovasi ini adalah membantu pasien CKD dalam menjalankan terapi hemodialisa menemukan cara efektif menahan rasa haus dan meningkatkan kepatuhan pasien dalam mengatasi kelebihan cairan tubuh, sekaligus meningkatkan pelayanan asuhan keperawatan pasien hemodialisa serta mewujudkan rumah sakit yang berkualitas sesuai standar akreditasi.
Manfaat inovasi ini antara lain mengurangi dan mencegah rasa haus pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa, meningkatkan kualitas hidup, membantu perawat mengidentifikasi risiko komplikasi lebih dini (seperti sesak napas akibat edema paru, hipertensi, atau kram otot), serta menambah pengetahuan pasien dan keluarga tentang risiko dan bahaya kelebihan cairan tubuh melalui leaflet edukasi.
Cara Pelaksanaan
Pasien dan keluarga dimasukkan ke dalam grup WhatsApp khusus hemodialisa, dibagikan lembar leaflet pada saat layanan HD, serta diberikan tautan Google Drive berisi leaflet dan video MANTAN RAKUS sebagai bahan edukasi tambahan di rumah. Melalui edukasi manajemen cairan ini, pasien memperoleh informasi yang lebih baik mengenai kondisi ginjal dan cara mengelola asupan cairannya sehari-hari.
Dengan penerapan MANTAN RAKUS, RSUD Mohammad Natsir berupaya meningkatkan kepatuhan pasien hemodialisa dalam menjaga asupan cairan, mencegah komplikasi serius, serta mewujudkan kepuasan pasien dan keluarga yang menjalani dialisis.
MANUAL BOOK INOVASI MANTAN RAKUS (MANAJEMEN KEPERAWATAN KULUM BATU ESDAN KUNYAH PERMEN SYLITOL)
Inovasi
Inovasi23 Juli 202628 kali dilihat1 menit baca

