BUKU PEDOMAN PENGGUNAAN DIARY DIANA
Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula darah dari waktu ke waktu. Berdasarkan data International Diabetes Federation (IDF), terdapat 537 juta orang dewasa di dunia yang menderita diabetes, dan Indonesia menempati posisi kelima tertinggi di dunia dengan prevalensi mencapai 19,47 juta jiwa.
Yang mengkhawatirkan, DM tidak lagi hanya menyerang kelompok dewasa, melainkan juga anak-anak. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kasus DM pada anak usia 0-18 tahun mengalami lonjakan ekstrem sebesar 100% dalam 10 tahun terakhir. Diagnosis DM pada anak sering terlambat diketahui, sehingga banyak kasus baru tertangkap ketika anak sudah masuk ke fase kegawatan Ketoasidosis Diabetikum (KAD).
Di RSUD Mohammad Natsir, khususnya di ruang rawat anak, pada periode Januari–November 2024 ditemukan 5 kasus KAD pada anak (2 di antaranya meninggal dunia karena terlambat dibawa ke rumah sakit). Angka ini meningkat pada periode Desember 2024–Desember 2025 menjadi 7 kasus anak dengan KAD (1 anak meninggal dunia).
Melalui observasi klinis, ditemukan akar masalah tingginya angka KAD berulang: keluarga masih ragu dalam pengaturan diet anak serta pemberian insulin di rumah, edukasi dari tenaga kesehatan masih bersifat parsial, dan belum tersedia media pencatatan berkala yang dilengkapi panduan praktis regulasi dosis insulin dan kepatuhan diet.
Oleh karena itu, Bidang Keperawatan RSUD M. Natsir meluncurkan inovasi pelayanan publik berupa "Diary Diana" (Diary Diabetes Anak) sebagai sistem manajemen perawatan mandiri di rumah.
Cara Kerja Diary Diana
Buku Diary Diana mengintegrasikan peran interprofesional (Dokter, Perawat, Ahli Gizi) bersama keluarga pasien. Alur pelaksanaannya meliputi kontrak waktu edukasi terpadu antara perawat, DPJP, dan Ahli Gizi; edukasi kolaboratif mengenai kondisi medis anak, target gula darah, algoritma dosis insulin, perencanaan makan, serta teknik penyuntikan insulin dan cek gula darah mandiri; evaluasi mandiri (redemonstrasi) oleh keluarga; hingga kriteria pemulangan setelah keluarga dinilai mandiri.
Di rumah, keluarga mengisi lembar pemantauan harian berupa hasil cek gula darah mandiri, jumlah karbohidrat/menu makanan, dosis insulin yang diberikan, serta catatan gejala. Buku ini wajib dibawa setiap kali kontrol rutin ke Poliklinik Anak agar dokter dapat mengevaluasi perkembangan klinis pasien.
Manfaat dan Harapan
Bagi pasien anak dan keluarga, Diary Diana meningkatkan kemandirian dalam cek gula darah, penyuntikan insulin dengan dosis tepat, dan penyajian diet yang sesuai. Bagi tenaga kesehatan, inovasi ini menyediakan media edukasi yang seragam dan berkelanjutan sehingga proses discharge planning menjadi lebih optimal. Bagi RSUD M. Natsir, inovasi ini meningkatkan mutu pelayanan kesehatan anak sekaligus mewujudkan transformasi layanan primer yang preventif dan promotif.
Penerapan buku Diary Diana terbukti mempermudah pemantauan mandiri, meningkatkan kedisiplinan keluarga, dan efektif dalam mengontrol kadar gula darah anak penderita DM, sehingga diharapkan dapat menekan angka kejadian Ketoasidosis Diabetikum berulang di RSUD Mohammad Natsir.
BUKU PEDOMAN PENGGUNAAN DIARY DIANA
Dokumen tersedia untuk diunduh
Unduh Dokumen Lengkap
Buku panduan/manual lengkap tersedia dalam format PDF